https://kumparan.com/kumparannews/7-manfaat-di-balik-balancing-art/full
Dalam berbagai proses kimia dalam industry, pembentukan produk merupakan suatu hal yang mendapat perhatian terbesar. Upaya-upaya untuk mendapatkan produk dalam jumlah maksimal dengan proses yang lebih ekonomis selalu dilakukan, diantaranya dengan mengatur factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Dengan cara ini dapat diatur agar laju reaksi ke arah produk dapat berjalan lebih cepat, sehingga dalam waktu yang relative singkat dapat diperoleh produk yang lebih banyak.
Namun demikian, dalam kenyataannya pembentukan
produk dari pereaksi bukanlah merupakan suatu proses yang berjalan sempurna, karena
pada setiap proses tidak semua pereaksinya dapat diubah menjadi produk,
melaikan hanya beberapa persennya saja. Sebagi contoh, untuk reaksi:
2 SO2 (g) + O2
(g) Ã 2 SO3 (g)
Secara teoritis, jika 2 mol SO2
direaksikan dengan 1 mol O2, maka kita akan memperoleh 2 mol SO3
sebagai produk dan dikatakan reaksi berjalan sempurna. Tapi dalam praktiknya,
jumlah mol SO3 yang dihasilkan dari 2 mol SO2 dan 1 mol O2
tersebut bukanlah 2 mol, melainkan kurang dari 2 mol. Mengapa bisa demikian?
Dalam kebanyakan proses kimia dalam industry,
reaksi kimia biasanya berakhir pada posisi kesetimbangan. Posisi
kesetimbangan merupakan suatu keadaan reaksi di mana terdapat campuran antara
produk yang dihasilkan dari reaksi dengan pereaksi yang tidak terpakai dan
keduanya berada dalam jumlah yang relative tetap. Begitu keadaan ini tercapai,
maka tidak ada lagi pereaksi yang berubah menjadi produk, kecuali kondisi
reaksinya diubah. Dengan mengetahui komposisi zat-zat pada kesetimbangan dan
ketergantungannya pada kondisi reaksi, maka kita dapat mengatur kondisi reaksi
tersebut untuk memaksimalkan produk yang dihasilkan.
Bab ini akan menguraikan tentang prinsip-prinsip
dasar kesetimbangan kimia, factor-faktor yang mempengaruhinya, dan perannya
dalam mengubah hasil reaksi, misal pada proses pembuatan ammonia dan asam
sulfat. Hubungan kuantitatif antara pereaksi dan hasil reaksi pada
kesetimbangan akan dibahas dalam sub bab tetapan kesetimbangan.
1.
REAKSI
TIDAK DAPAT BALIK DAN REAKSI DAPAT BALIK
Seandainya kayu kita bakar, tentu akan dihasilkan
arang. Arang yang dihasilkan dari pembakaran kayu tidak dapat berubah lagi
menjadi kayu. Demikian pula dengan abu magnesium oksida (MgO) yang dihasilkan
dari pembakaran pita Mg, tidak dapat berubah lagi menjadi logam Mg-nya.
Reaksi-reaksi seperti ini dinamakan reaksi tidak dapat balik (Irreversibel).
Reaksi tidak dapat balik, hanya berlangsung satu arah dan biasanya persamaan
reaksinya ditulis dengan satu anak panah(Ã ).
Pembakaran pita Mg merupakan satu contoh reaksi irreversible (tidak dapat balik). Persamaan reaksinya adalah:
https://year9reaction.files.wordpress.com/2008/08/burning-magnesium.jpg
Gambar
Pembakaran pita Mg
https://socratic.org/questions/how-do-you-know-when-copper-sulfate-hydrated-water-evaporates
Gambar Perubahan warna pada kristal CuSO4.5H2O
https://www.sciencesource.com/archive/Hydrating-copper-sulfate-SS121562.html
Gambar penambahan air pada kristal CuSO4 menyebabkan terbentuknya Kembali CuSO4. 5 H2O
Reaksi penguraian
CuSO4. 5H2O ditulis sebagai berikut:
biru
putih
Adapun
reaksi pembentukan kembali CuSO4. 5 H2O adalah:
putih
biru
).
biru
putih
Contoh lain reaksi reversible adalah pada reaksi
pembentukan HI dari gas H2 dan I2 berikut:
H2 (g) + I2 (g) Ã 2 HI (g)
ungu
Reaksi ini
ditandai dengan semakin hilangnya warna ungu dari gas I2, sebaliknya
bila gas HI dipanaskan akan terbentuk H2 dan I2 yang
ditandai dengan terbentuknya warna ungu dari I2 yang semakin pekat:
2 HI (g)
à H2
(g) +
I2 (g)
Ungu
H2 (g) + I2 (g) Ã 2 HI (g)
2HI (g) H2 (g) + I2 (g)
2. K2. KEADAN SETIMBANG DAN KESETIMBANGAN DINAMIS
Apa sebenarnya yang dimaksud
dengan keadaan setimbang (kesetimbangan)?
Apa saja yang terjadi pada
keadaan setimbang dan bagaimana karakteristiknya?
Coba kalian perhatikan
gambar berikut!
Kondisi kesetimbangan (keadaan setimbang) dapat dianalogikan dengan orang yang menggunakan tangga berjalan (escalator) tapi dengan arah yang berlawanan. Jadi, dia akan naik ke lantai berikutnya, tapi tangga yang digunakan adalah tangga yang arahnya turun (ke bawah).
Apa yang akan terjadi jika
kecepatan orang tersebut melangkah sama dengan kecepatan tangga tersebut turun?
Tentunya orang tersebut akan
berada pada posisi yang sama setiap waktunya. Dengan kata lain posisi orang
tersebut akan tetap di satu titik
meskipun dia terus bergerak melangkah naik.
Kondisi orang tersebut, yang
tidak berubah posisinya sementara dia terus melangkah naik dan tangga yang
terus bergerak turun dengan kecepatan yang sama, merupakan analogi dari keadaan
kesetimbangan dinamis.
Bagaimana dengan
kesetimbangan dinamis pada reaksi kimia?
Mari kita pelajari system kesetimbangan
yang melibatkan gas H2, I2 dan HI sesuai reaksi berikut:
H2 (g) + I2 (g)
2
HI (g)
a. merupakan keadaan awal campuran gas H2 dan I2. Molekul apa saja yang terdapat pada gambar (a)?b. Kondisi mulai terjadi reaksi. Molekul apa saja yang terdapat pada saat reaksi mulai berlangsung?c. dan (d) merupakan campuran gas–gas dalam keadaan setimbang. Zat apa saja yang terdapat pada keadaan setimbang?
Pada awalnya dalam wadah hanya terdapat molekul-molekul H2 dan I2,
setelah 15 detik molekul-molekul
tersebut mulai bertumbukan hingga terjadi reaksi dan membentuk molekul HI. Akibat
reaksi ini, konsentrasi H2 dan I2 mulai berkurang
sehingga laju reaksi maju makin menurun. Laju reaksi ini berbanding lurus
dengan kosentrasi H2 dan I2.
H2 (g) + I2 (g)
2
HI (g)
Laju
(maju) = k1 [H2][I2]
Sebaliknya, molekul HI mulai
terbentuk dan konsentrasinya meningkat seiring waktu. Pada saat yang sama,
mulai terjadi pula tumbukan antar molekul HI. Tumbukan antarmolekul HI ini
menyebabkan terurainya molekul-molekul HI, kembali menjadi H2 dan I2
(reaksi balik). Laju reaksi penguraian HI menjadi H2 dan I2
ini berbanding lurus dengan kosnetrasi HI.
2 HI (g)
H2
(g) + I2 (g)
Laju
(balik) = k2 [HI]2
Ketika laju reaksi ke arah maju
mulai mengalami perlambatan, laju reaksi ke arah balik mengalami percepatan
hingga suatu saat laju reaksi kedua arah sama. Dengan kata lain, reaksi
mencapai keadaan setimbang ketika laju reaksi maju sama dengan laju reaksi
balik.
Laju
(maju) = Laju (balik)
Pada saat laju reaksi maju sama
dengan laju reaksi balik (keadaan setimbang), reaksi tampak seperti berhenti,
tetapi sebenarnya tidak berhenti, walaupun perubahan konsentrasi dari semua komponen
reaksi sudah mulai tidak terlihat. Perhatikan video berikut:
Grafik
perubahan konsentrasi H2, I2 dan HI terhadap waktu dapat
dilihat pada Gambar berikut:
Gambar Grafik Perubahan Konsentrasi
Terhadap Waktu
(Tro, 2010: 518)
Grafik perubahan laju reaksi
(v) terhadap waktu (t) dari reaksi kesetimbangan H2(g) + I2(g)
2HI (g)
dapat dilihat pada Gambar.
Berdasarkan uraian di atas, maka keadaan setimbang dapat dinyatakan sebagai keadaan system yang menunjukkan bahwa laju reaksi maju (ke arah produk/ ke arah kanan) sama dengan laju reaksi balik (ke arah pereaksi/ kearah kiri) dan pada keadaan ini perubahan konsentrasi pereaksi dan produk sudah tidak terlihat.
Beberapa karakteristik yang harus diingat
mengenai kesetimbangan dinamis adalah:
1.
Kesetimbangan dinamis terjadi pada reaksi
dapat balik (reversible), dalam ruang tertutup pada suhu dan tekanan tetap.
2.
Reaksi berlangsung terus menerus dengan arah
yang berlawanan
3.
Laju reaksi maju (ke arah produk/ kanan) sama
dengan laju reaksi balik (ke arah pereaksi/ kiri).
4. Tidak terjadi perubahan yang bersifat
makroskopis (yang dapat dilihat/ diamati) tetapi perubahannya bersifat
mikroskopis tidak dapat dilihat/ diamati (perubahan pada tingkat molekuler).
5. Setiap komponen (pereaksi dan produk) tetap ada dan perbandingan konsentrasinya bersifat tetap (konstan)
3. K3. KESETIMBANGAN HOMOGEN DAN HETEROGEN
Reaksi kesetimbangan dibedakan menjadi dua, yaitu reaksi kesetimbangan
homogen dan heterogeny. Perbedaan kedua jenis reaksi kesetimbangan ini adalah
pada fasa (wujud) dari zat-zat yang terlibat dalam reaksi di dalamnya.
A. Reaksi
Kesetimbangan Homogen
Reaksi kesetimbangan homogen
adalah reaksi kesetimbangan dimana fasa (wujud) zat yang terlibat dalam reaksi
kesetimbangan (pereaksi dan produk)nya sama, missal antara gas dengan gas atau
larutan dengan larutan. Beberapa contoh reaksi kesetimbangan homogen:
N2 (g) + 3 H2
(g)
2 NH3 (g)
H2 (g) + I2 (g)
2 HI (g)
2 SO3 (g)
2 SO2 (g) + O2 (g)
Fe3+ (aq) + SCN–
(aq)
Fe(SCN)2+ (aq)
B. Kesetimbangan
Heterogen
Reaksi kesetimbangan heterogen
adalah reaksi kesetimbangan dimana fasa (wujud) zat yang terlibat dalam reaksi
kesetimbangan (pereaksi dan produk)nya berbeda, misal antara gas dengan zat
padat, gas dengan cairan, larutan dengan zat padat atau antara larutan gas,
cairan dan padatan. Beberapa contoh reaksi kesetimbangan heterogen:
CO2 (g)
C
(s) +
O2 (g)
CaCO3 (s)
CaO
(s) +
CO2 (g)
Al3+ (aq) + H2O
(l)
Al(OH)3 (s) + 3 H+
(aq)
4. L4. LATIHAN
PENGUASAAN KONSEP (KUIS 1)
1.
Jelaskan dengan contoh perbedaan reaksi
reversible dan irreversible
2.
Jelaskan kembali apayang dimaksud keadaan
setimbang (kesetimbangan)
3. Ketika kesetimbangan tercapa
- Zat apa saja yang terdapat dalam system kesetimbangan?
- Bagaimana perubahan konsentrasi pereaksi dan produk pada saat kesetimbangan?
- Dari grafik konsentrasi vs waktu, diperoleh bahwa pada saat kesetimbangan tercapai, baik konsentrasi pereaksi maupun produk cenderung konstan. Apakah hal ini berarti pada saat tersebut, reaksi benar-benar berhenti? Jelaskan!
4.
Sebutkan beberapa karakteristik dari
kesetimbangan dinamis!
5.
Jelaskan pentingnya pengetahuan tentang
kesetimbangan kimia!
Referensi:
A. HARIS WATONI, 2014, Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI, Kelompok Peminatan Matematikan dan Ilmu-ilmu Alam, Penerbit Yrama Widya, Bandung.
YULIADI, 2008, Memahami Kimia SMK, Untuk Kelas XI Semester 1 dan 2, Penerbit Arfino Raya, Bandung.















0 komentar:
Posting Komentar