Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memaparkan akan melanjutkan transformasi pendidikan dan pemajuan kebudayaan melalui Program Merdeka Belajar di tahun 2021. Sebelumnya, sepanjang tahun 2020 Kemendikbud telah menghadirkan terobosan Merdeka Belajar episode pertama hingga episode keenam. Pada Merdeka Belajar episode pertama, Kemendikbud menetapkan empat program pokok kebijakan pendidikan di antaranya menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), mengganti Ujian Nasional (UN), penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan mengatur kembali Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Selanjutnya,
pada Merdeka Belajar Episode Kedua yaitu Kampus Merdeka. Kemendikbud melakukan
penyesuaian di lingkup pendidikan tinggi, di antaranya pembukaan program studi
baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum,
dan hak belajar tiga semester di luar program studi. Sementara itu, pada
Merdeka Belajar Episode Ketiga, Kemendikbud mengubah mekanisme dana bantuan
operasional sekolah (BOS) untuk tahun anggaran 2020. Pada Merdeka Belajar
Episode Keempat yaitu Program Organisasi Penggerak (POP). Paket kebijakan ini
bertujuan untuk semakin memberdayakan organisasi masyarakat dalam membangun
Sekolah Penggerak. Pada 3 Juli 2020, Kemendikbud meluncurkan Merdeka Belajar
Episode Kelima: Guru Penggerak. Arah program Guru Penggerak berfokus pada
pedagogi, serta berpusat pada murid dan pengembangan holistik, pelatihan yang
menekankan pada kepemimpinan instruksional melalui on-the-job coaching.
Selanjutnya,
pada 3 November 2020, Kemendikbud meluncurkan Merdeka Belajar Episode Keenam:
Transformasi Dana Pemerintah untuk Pendidikan Tinggi yang diresmikan Presiden
Republik Indonesia Joko Widodo. Kebijakan ini diluncurkan dalam rangka
mendukung visi Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM)
unggul, salah satunya melalui transformasi pendidikan tinggi agar mampu
mencetak lebih banyak lagi talenta-talenta yang mampu bersaing di tingkat
dunia.
8
prioritas Merdeka Belajar 2021 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)
Nadiem Makarim mengatakan, prioritas Merdeka Belajar 2021 akan berfokus pada
delapan prioritas.
1. KIP Kuliah dan KIP Sekolah
Pembiayaan
pendidikan di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan target 1,095
juta mahasiswa dan KIP Sekolah dengan target 17,9 juta siswa. Termasuk layanan
khusus pendidikan masyarakat dan kebencanaan dengan target 42.896 sekolah,
tunjangan profesi guru dengan target 363 ribu guru, dan pembinaan Sekolah
Indonesia Luar Negeri (SILN), dan bantuan pemerintah kepada 13 SILN dan 2.236
lembaga.
2.
Digitalisasi Sekolah
Fokus
selanjutnya pada Merdeka Belajar 2021 adalah program digitalisasi sekolah dan
medium pembelajaran melalui empat sistem penguatan platform digital, delapan
layanan terpadu Kemendikbud, kehumasan dan media, 345 model bahan ajar dan
model media pendidikan digital, serta penyediaan sarana pendidikan bagi 16.844
sekolah.
3.
Prestasi dan penguatan karakter
Prioritas
selanjutnya adalah pembinaan peserta didik, prestasi, talenta, dan penguatan
karakter. Prioritas ini akan diciptakan melalui tiga layanan pendampingan
advokasi dan sosialisasi penguatan karakter, pembinaan peserta didik oleh 345
pemerintah daerah, serta peningkatan prestasi dan manajemen talenta kepada
13.505 pelajar.
4.
Guru Penggerak
Selanjutnya,pada
2021 Kemendikbud menargetkan akan melakukan pendidikan kepada 19.624 guru
penggerak, sertifikasi terhadap 10.000 guru dan tenaga kependidikan, rekrutmen
guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh 548 pemerintah
daerah, serta penjaminan mutu,sekolah penggerak, dan organisasi penggerak
kepada 20.438 orang guru.
5. Kurikulum baru
Sebagai
prioritas berikutnya, dalam peningkatan kurikulum dan asesmen nasional
Kemendikbud akan melakukan pelatihan kurikulum baru kepada 62.948 guru dan
tenaga kependidikan, pendampingan dan sosialisasi implementasi kurikulum dan
asesmen di 428.957 sekolah, mengembangkan 4.515 model kurikulum dan perbukuan,
dan akreditasi dan standar nasional pendidikan di 94.912 lembaga.
6.
Revitalisasi pendidikan vokasi
Dalam
revitalisasi pendidikan vokasi, Kemendikud akan merevitalisasi 900 SMK yang
berbasis industri 4.0, dukungan dan percepatan link and match dan kemitraan
dengan 5.690 orang dan 250 dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Memberikan
dukungan pencapaian indeks kinerja utama pada 47 Perguruan Tinggi Negeri
Vokasi, akan melakukan pendidikan kecakapan kerja dan pendidikan kecakapan
kewirausahaan kepada 66.676 orang, penguatan pendidikan tinggi vokasi pada 200
program studi, sertifikasi kompetensi kepada 300 orang dosen, penguatan
pendidikan PNBP/BLU kepada 75 perguruan tinggi, dan penguatan sarana prasarana
di delapan perguruan tinggi.
7.
Kampus Merdeka
Prioritas
yang tak kalah pentingnya adalah Kampus Merdeka. Kemendikbud mendukung
sepenuhnya pencapaian indeks kinerja utama (IKU) bagi 75 PTN (BOPTN),
peningkatan kelembagaan pendidikan tinggi, competitive fund dan matching fun
bagi Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta, peningkatan
kualitas SDM, peningkatan kualitas pembelajaran dan kemahasiswaan sehingga
tercipta 50 ribu mahasiswa berwirausaha 400 ribu mahasiswa Kampus Merdeka, 660
program studi terkait inovasi pembelajaran digital, serta pengembangan
kelembagaan perguruan tinggi.
Sumber: Kompas.com
Penulis : Ayunda Pininta Kasih







0 komentar:
Posting Komentar