Tata Cara Mendaftar SNMPTN 2021
Rangkaian Proses Pendaftaran SNMPTN 2021 Telah di mulai, Begini caranya.
CARA EFEKTIF BELAJAR SAINS DAN MATEMATIKA
Tips dan Trik Belajar Sains dan Matematika yang efektif.
MERDEKA BELAJAR EDISI 2021
Mendikbud Rilis 8 Prioritas Program Merdeka Belajar Edisi Tahun 2021.
Minggu, 30 Mei 2021
Selasa, 09 Februari 2021
KESETIMBANGAN KIMIA (BAGIAN 3)
Seperti diketahui, sistem kesetimbangan kimia merupakan system kesetimbangan dinamis. Pada kesetimbangan dinamis, setiap komponen zat yang terlibat dalam reaksi kesetimbangan tetap ada dan tetap bereaksi dengan arah yang berlawanan dan laju reaksi yang sama. Lalu, bagaimanakah hubungan kuantitatif zat-zat tersebut pada keadaan kesetimbangan? Pada bagian ke tiga dari materi kesetimbangan ini kita akan mempelajari tentang Hubungan Kuantitatif zat-zat pada keadaan kesetimbangan.
1. Kesetimbangan
Homogen
Kesetimbangan homogen adalah system kesetimbangan yang terjadi antar zat-zat yang berfase sama. Bagaimanakah hubungan kuantitatif antar zat pada system kesetimbangan homogen? marilah kita pelajari melalui beberapa system kesetimbangan, seperti ditunjukkan pada ketiga tabel berikut:
Ketiga table di atas, menunjukkan
kondisi zat – zat pada keadaan kesetimbangan. Perhatikanlah bagaimana hubungan
kuantitatif (hubungan aljabar: perkalian, pembagian dan perpangkatan) antar zat
dalam kondisi kesetimbangan di atas.
Dari ketiga
jenis hubungan kuantitatif tersebut, pada kolom manakah yang memberikan angka
yang tetap (konstan)? Bisakah, kalian menyatakan hubungan yang menghasilkan
angka yang tetap tersebut dengan kalimat sendiri?
Hubungan
kuantitatif yang tetap antar zat-zat pada keadaan kesetimbangan menyatakan tetapan
(konstanta) kesetimbangan. Hal ini sesuai dengan penemuan Cato Maximilian
Guldberg (1836 – 1902) dan Peter Waage (1833 – 1900), dua orang ahli
kimia Norwegia. Guldberg dan Waage menemukan bahwa, Dalam keadaan
kesetimbangan, pada suhu dan tekanan tetap, hasil kali konsentrasi zat-zat
hasil reaksi dipangkatkan koefisiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi
zat-zat pereaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga yang tetap. Harga
perbandingan ini disebut tetapan kesetimbangan (konstanta kesetimbangan), dengan
lambang K.
Konstanta
kesetimbangan ini dulu dikenal dengan istilah Hukum Aksi Massa, karena pada
waktu itu belum dikenal istilah konsentrasi seperti yang saat ini kita gunakan,
melainkan istilahnya adalah massa aktif. Setelah istilah massa aktif ini
diganti dengan konsentrasi, maka Hukum Aksi Massa juga diganti dengan istilah Hukum
Kesetimbangan.
Dari penjelasan di atas, maka secara umum untuk reaksi hipotetik berikut:
akan berlaku Hukum Kesetimbangan:Dalam rumusan tetapan kesetimbangan (K), konsentrasi zat-zat ruas kanan ditempatkan sebagai pembilang (numerator) dan konsentrasi zat–zat ruas kiri ditempatkan sebagai penyebut (denominator). Hal ini dimaksudkan agar dengan melihat harga K, kita dapat mengetahui seberapa banyak hasil reaksi yang terbentuk. Ada dua kemungkinan yang dapat kita amati pada saat kesetimbangan tercapai:
a. Zat-zat hasil reaksi (ruas
kanan) lebih banyak dari zat-zat semula (ruas kiri). Hal ini ditandai oleh
harga K > 1.
b. Zat-zat hasil reaksi (ruas kanan) lebih sedikit dari zat-zat semula (ruas kiri). Hal ini ditandai oleh harga K < 1.
Harga tetapan kesetimbangan (K) dari suatu reaksi sangat bergantung pada suhu. Selama suhu tetap, harga K akan tetap. Jika suhu berubah, maka harga K juga berubah. Di samping itu, harga K tidak bisa dipisahkan dari persamaan reaksinya. Artinya, setiap system kesetimbangan kimia memiliki harga K yang berbeda walaupun system kesetimbangan tersebut beralngsung pada suhu yang sama. Misalnya, suatu kesetimbangan yang melibatkan gas-gas SO2, O2 dan SO3 dapat kita tuliskan dalam tiga bentuk persamaan reaksi:
Ketiga persamaan reaksi di atas memiliki harga tetapan kesetimbangan sendiri–sendiri! (Coba Kalian tuliskan rumusan tetapan kesetimbangan untuk ketiga reaksi di atas!)
2. Kesetimbangan Heterogen
Tetapan kesetimbangan yang kita bahas di atas adalah tetapan kesetimbangan untuk reaksi kesetimbangan homogen. Lalu, bagaimana jika system kesetimbangannya bersifat heterogeny? Misal system kesetimbangan berikut:
Jika kita tuliskan rumusan tetapan kesetimbangan (K) untuk reaksi di atas, maka kita memperoleh:Masalahnya: bagaimana kita menyatakan konsentrasi dari zat padat seperti CaCO3 dan CaO? Konsentrasi zat padat atau cairan biasanya dinyatakan sebagai kerapatan (densitas) per massa molekul relative (Mr).
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan, bahwa secara garis besar untuk system kesetimbangan heterogeny yang terdiri atas fasa gas atau larutan dengan zat padat dan cairan, maka yang dimasukkan dalam rumusan tetapan kesetimbangan hanya konsentrasi dari gas atau larutan saja. Namun perlu diingat pula bahwa tanpa adanya zat padat atau zat cair tersebut tidak akan terjadi keadaan kesetimbangan (contoh pada reaksi penguraian CaCO3 di atas, bahwa kesetimbangan tidak akan terjadi tanpa adanya CaCO3 dan CaO)
3. Perhitungan Tetapan Kesetimbangan
Tetapan kesetimbangan
dapat dihitung berdasarkan data konsentrasi zat-zat pada keadaan setimbang atau
berdasarkan data tekanan parsial gas-gas pada kesetimbangan. Tetapan
kesetimbangan yang dihitung berdasarkan konsentrasi diberi lambang Kc,
sedangkan yang dihitung berdasarkan data tekanan parsial gas diberi lambang Kp.
a.
Tetapan Kesetimbangan Konsentrasi (Kc)
Dalam menentukan harga
Kc, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya:
1)
Data
knsentrasi zat yang dimasukkan ke dalam rumusan tetapan kesetimbangan adalah
konsentrasi zat pada keadaan setimbang. Bila system belum mencapai kesetimbangan,
maka konsentrasi pada saat kesetimbangan harus ditentukan terlebih dahulu.
2)
Konsentrasi
zat dinyatakan dalam molaritas (mol/Liter)
3)
Konsentrasi
pereaksi dan hasil reaksi pada kesetimbangan ditentukan sebagai berikut:
(a)
Konsentrasi
pereaksi = konsentrasi awal dikurangi konsentrasi yang terurai
(b)
Konsentrasi
produk = konsentrasi zat yang terbentuk dari zat yang terurai
Sebagai patokan, perhatikan diagram untuk reaksi kesetimbangan berikut ini:
Dengan berpatokan pada diagram di atas, maka soal-soal
kesetimbangan dapat diselesaikan menurut urutan langkah berikut:
1) Masukkan data jumlah
mol zat-zat ke dalam diagram
2) Lengkapi angka-angka
tadi berdasarkan perbandingan koefisien reaksi
3) Lengkapi jumlah mol
masing-masing zat pada kesetimbangan (e, f, g, h)
4) Tentukan konsentrasi
e, f, g, h dengan membaginya dengan volume ruang (liter)
5) Masukkan konsentrasi
e, f, g, h pada rumusan Kc yang sesuai untuk menentukan Kcnya.
Untuk lebih jelasnya,
pelajari contoh-contoh soal di bawah ini!
b. Derajat Dissosiasi
Dissosiasi
adalah penguraian suatu zat menjadi beberapa zat lain yang lebih sederhana.
Derajat dissosiasi merupakan perbandingan antara jumlah mol zat yang terurai
dengan jumlah mol zat mula-mula. Derajat dissosiasi diberi lambang a.
c. Tetapan Kesetimbangan Tekanan Gas (Kp)
Campuran homogen gas-gas dalam suatu ruangan akan menimbulkan tekanan tertentu. Tekanan tersebut merupakan tekanan total yang ditimbulkan oleh campuran gas-gas tersebut. Selain, tekanan total, ada pula tekanan parsial, yaitu tekanan yang ditimbulkan oleh salah satu gas dari gas-gas yang bercampur dalam ruangan tadi.
Tekanan total, pada
dasarnya merupakan jumlah dari tekanan parsial gas-gas yang membentuk campuran.
Dengan demikian:
Ptotal = PA
+ PB + PC + …
Dengan PA
,PB ,PC , adalah tekanan parsial gas A, B
dan C.
Dari persamaan gas ideal: PV = nRT , dapat disimpulkan bahwa pada suhu dan volume yang konstan tekanan parsial berbanding lurus dengan jumlah mol gas. Artinya, semakin besar jumlah mol gas, maka tekanan parsialnya juga semakin tinggi.
Untuk reaksi
kesetimbangan gas-gas, tetapan kesetimbangan selain dapat ditentukan
berdasarkan data konsentrasi, juga dapat ditentukan berdasarkan data tekanan
parsial gas-gasnya. Tetapan kesetimbangan yang dihitung berdasarkan tekanan
parsial gas ini, di beri lambang Kp. Untuk reaksi kesetimbangan:
Tekanan parsial gas
berbanding lurus dengan konsentrasinya. Hubungan antara tekanan dan konsentrasi
gas dapat dilihat dari persamaan gas:
Pelajari contoh-contoh soal berikut untuk menambah pemahaman Kalian mengenai tetapan kesetimbangan ini
Daftar
Referensi/ Pustaka:
Haris
Watoni, dkk, 2018, Kimia Untuk Siswa SMA/MA Kelas XI, Kelompok Peminatan
Matematika dan Ilmu-ilmu Alam, Cetakan XI, Penerbit Yrama Widya, Bandung
Unggul
Sudarmo, 2018 , Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI, Kelompok Peminatan Matematika dan
Ilmu-ilmu Alam, Penerbit Erlangga, Jakarta
Yuliadi, S.Pd, 2008, Memahami Kimia SMK, Untuk Kelas XI Semester 1 dan 2, Kelompok Teknologi, Kesehatan dan Pertanian, Edisi I, CV. Arfino Raya, Bandung
Naskah Asli Dari Kesetimbangan Kimia Bagain 3 dapat Didownload di SINI
Minggu, 07 Februari 2021
KESETIMBANGAN KIMIA (BAGIAN 2)
Pada bagian kedua ini, akan kita pelajari tentang pergeseran kesetimbangan dan pemanfaatan konsep kesetimbangan kimia dalam industry. Namun, ada baiknya kita ulangi sedikit ingatan kita mengenai konsep kesetimbangan tersebut.
a. Menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang
a. Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan
prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan,
dan sebagainya).
Kamis, 21 Januari 2021
KESETIMBANGAN KIMIA (BAGIAN I)
https://kumparan.com/kumparannews/7-manfaat-di-balik-balancing-art/full
Dalam berbagai proses kimia dalam industry, pembentukan produk merupakan suatu hal yang mendapat perhatian terbesar. Upaya-upaya untuk mendapatkan produk dalam jumlah maksimal dengan proses yang lebih ekonomis selalu dilakukan, diantaranya dengan mengatur factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Dengan cara ini dapat diatur agar laju reaksi ke arah produk dapat berjalan lebih cepat, sehingga dalam waktu yang relative singkat dapat diperoleh produk yang lebih banyak.
Kamis, 14 Januari 2021
CARA EFEKTIF BELAJAR SAINS DAN MATEMATIKA
Menguasai mata pelajaran sains dan matematika
kerap membutuhkan usaha lebih besar. Meski begitu, ada sejumlah strategi untuk
menguasai mata pelajaran tersebut dengan baik. Melalui akun Instagram,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan sejumlah
strategi agar belajar sains dan matematika menjadi lebih efektif.
"SahabatDikbud, dalam mempelajari matematika dan sains terkadang
membutuhkan usaha lebih, bukan? Bagaimana ya cara agar dapat mempelajarinya
secara efektif agar lebih mudah memahaminya?" tulis akun Instagram
Kemendikbud, Kamis (7/1/2021).
Berikut tips
agar belajar sains dan matematika lebih efektif dan terasa menyenangkan:
Sumber: https://edukasi.kompas.com/read/2021/01/07/114510771/5-tips-belajar-sains-dan-matematika-secara-efektif?page=all
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul asli "5 Tips Belajar Sains dan
Matematika secara Efektif"
Penulis : Ayunda Pininta Kasih
Editor : Ayunda Pininta Kasih
TATA CARA MENDAFTAR SNMPTN 2021
Rangkaian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN 2021 telah dimulai dan saat ini telah berjalan sampai proses registrasi dan verifikasi akun LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) baik sekolah maupun siswa. Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana proses pendaftaran SNMPTN 2021, simak uraian mengenai tata cara Mendaftar SNMPTN di bawah ini
Program Prioritas Merdekan Belajar 2021
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memaparkan akan melanjutkan transformasi pendidikan dan pemajuan kebudayaan melalui Program Merdeka Belajar di tahun 2021. Sebelumnya, sepanjang tahun 2020 Kemendikbud telah menghadirkan terobosan Merdeka Belajar episode pertama hingga episode keenam. Pada Merdeka Belajar episode pertama, Kemendikbud menetapkan empat program pokok kebijakan pendidikan di antaranya menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), mengganti Ujian Nasional (UN), penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan mengatur kembali Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).












