SUKABUMI – Kabupaten Sukabumi berduka. Senin, 21 September 2020 sekira pukul 17.00, Bencana banjir bandang menerjang enam desa di wilayah Kecamatan Cicurug. Informasi yang terhimpun dari berbagai sumber, bencana banjir bandang terjadi setelah hujan lebat turun di wilayah Kecamatan Cicurug sejak pukul 15.00 hingga sekitar pukul 18.00 WIB.
Sekitar
pukul 17.00 WIB, banjir bandang setinggi lima sampai enam meter melululantahkan
enam kampung di Kecamatan Cicurug. Menurut Petugas Penanggulangan Bencana
Kecamatan (PP2BK) Cicurug, bencana banjir bandang tersebut terjadi akibat air
Sungai Citarik-Cipeuncit meluap ke permukiman hingga meluluhlantahkan desa –
desa yang berada disekitar aliran sungai tersebut.
“Selain
rumah yang roboh dan terendam, beberapa kendaraan milik warga terbawa arus,
termasuk dikabarkan dua warga terbawa arus banjir bandang. Namun lengkapnya
hingga saat ini masih dalam pendataan,” sebutnya.
Update
terbaru menyebutkan, Desa Pasahawan, Kecamatan Cicurug, merupakan wilayah yang
paling parah. Ada sekitar 33 KK yang diisi oleh 105 Jiwa terkena dampak. Bahkan,
dua orang meninggal dan satu masih hilang akibat terbawa arus.
Sementara
untuk korban luka-luka dikampung Cibuntu diketahui ada 10 orang. Sampai saat
ini, kondisinya sudah membaik. Untuk di Desa Cicurug tepatnya di Kampung Aspol,
BPBD mencatat ada 9 rumah yang terdampak, 4 mengalami rusak ringan, 1 rusak
sedang dan 4 rusak berat.
Untuk
di Desa Mekarsari Kecamatan Cicurug tepatnya di Kampung Nyangkowek, 64 rumah
yang terdampak, 23 mengalami rusak ringan, 23 rusak sedang dan 16 mengalami
rusak berat. Untuk jumlah KK, ada 64 KK dari 263 jiwa yang terdampak.
Sementara
untuk dikampung Lio, hanya ada 6 rumah yang terdampak yang mengalami rusak
ringan yang diisi oleh 23 jiwa. Jadi total tedampak di Kecamatan Cicurug itu,
ada 166 KK dari 428 Jiwa. Dimana, 40 uni rumah rusak ringan, 34 rusak sedang
dan 36 rusak berat.
Adapun
upaya yang dilakukan, semua pihak mulai dari Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, BPBD Provinsi Jabar, Muspika Cicurug, TNI,
Polri dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melakukan assesment di lokasi kejadian.
Komandan
Penanggulangan Darurat Bencana sekaligus Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf
Danang Prasetyo Wibowo menyebutkan berdasarkan hasil penelurusan tim gabungan
ke hulu sungai cicatih, menemukan tumpuan atau bendungan curug alam citaman
yang berdiameter 10 meter dengan kedalaman 2,5 meter. Diduga akibat pecahnya
bendungan tersebut menimbulkan material batu dan bongkahan pohon terbawa ke
aliran sungai cicatih.
“Berdasarkan
penelurusan tim, di hulu sungai ada curug alami yang warga disana disebut curug
citaman yang rusak, kemungkinan akibat pecahnya bendungan tersebut membawa
material dan menutupi jembatan cibuntu hingga terjadilan banjir bandang, “jelas
Danang
Berdasarkan
pemetaan, kenapa daerah Desa Pasawahan menjadi yang terparah terdampak. Hasil
analisa akibat dari mampetnya jembatan yang ada di wilayah Desa Pasawahan.
Namun saat ini petugas gabungan sudah berhasil membersihkan aliran sungan
cicatih dan mengeruk agar tidak terjadi pedangkalan.
“Proses
penyingkiran material longsor itu dilakukan sejak pagi hingga malam dengan
menggunakan alat berat, sejumlah truk keluar masuk membawa puing dan batang
pohon. Dan saat ini kondisinya sudah mulai terbuka, “terangnya.
Ratusan personel TNI – Polri, tim SAR gabungan, BPBD dan relawan bergerak cepat ke lokasi kejadian. Posko evakuasi, layanan medis hingga dapur umum didirikan di sekitar lokasi sejak malam pertama peristiwa itu terjadi.







0 komentar:
Posting Komentar